• Galeri Foto
  • Galeri Foto
  • Galeri Foto
Solid, Profesional, Tangguh, Modern, Berwawasan Kebangsaan dan Dicintai Rakyat..

SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) KEMILING TAMPAK INDAH DAN RAPIH.




























PENREM 043/GATAM.

Selama tiga hari berturut – turut yang dimulai dari hari Jum’at pagi tanggal  7 Februari 2014 sampai dengan hari Senin , tanggal 10 Februari 2014, lokasi Sekolah Luar Biasa (SLB) Kemiling Bandar Lampung telah tampak sangat bersih dan rapih.

Hal ini dilakukan oleh anggota Korem 043/Gatam, baik para prajurit dan PNS beserta Jajarannya melaksanakan karya bhakti dalam rangka persiapan menyambut kedatangan kunjungan kerja Ketua Dharma Pertiwi ke Sekolah Luar Biasa Langkapura Kemiling Bandar Lampung.

Kegiatan Kerja Bhakti ini dipimpin langsung oleh Kasi Operasi Korem 043/Gatam, selanjutnya para prajurit dan PNS diarahkan untuk melaksanakan pembersihan dan kerapian dalam dan luar lokasi areal Sekolah SLB tersebut. Tampak terlihat semangata dan kerjasama antara para prajurit dan PNS bersama – sama membersihkan sampah dan rumput rumput yang tidak terawat dengan rapi.

Selama pelaksanaan kegiatan karya bhakti 3 hari berturut turut dapat terlaksana dengan tertib dan lancar.

JANGAN SEKALI KALI TERLIBAT SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG TERHADAP KEGIATAN POLITIK PRAKTIS.

PENREM 043/GATAM.

  Demikian penekanan khusus Pangdam II/Sriwijaya kepada seluruh personel dan jajaran Kodam II/Sriwijaya untuk tetap mempertahankan dan memegang teguh netralitas, pada Amanat upacara bendera di awal bulan Februari 2014 bagi satuan Korem 043/Gatam beserta Jajarannya yang dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 3 Februari 2014 bertempat di Lapangan Saburai Bandar Lampung yang dipimpin langsung Komandan Korem 043/Gatam, Kolonel Inf Irwan S. Marpaung.

   Adapun upacara bendera juga  diikuti oleh Kasrem 043/Gatam, Para Komandan Satuan Dinas  Jawatan, Komandan Kodim 0410/KBL, Para Kasi Korem 043/Gatam, dan seluruh Perwira, Bintara, Tamtama serta Pegawai Negeri Sipil Korem 043/Gatam.

  Mengawali Amanat Pangdam II/Sriwijaya yang dibacakan oleh Komandan Korem 043/Gatam, menyampaikan Upacara pengibaran bendera yang  kita laksanakan ini, merupakan wujud rasa bangga dan penghormatan kita  terhadap  Sang  Merah Putih yang merupakan salah satu lambang kebesaran dan kedaulatan negara yang menjadi bukti tetap tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

   Oleh karena itulah, saya selalu menekankan agar upacara pengibaran bendera  tidak  dipandang  sebagai  kegiatan seremonial yang  wajib diselenggarakan, akan tetapi harus kita jadikan sebagai wahana untuk mempertebal nasionalisme  dan mempertinggi patriotisme, sehingga  kita senantiasa dapat memberikan pengabdian  terbaik, bagi bangsa dan negara. Selanjutnya, Pangdam menyampaikan bahwa Di sepanjang bulan Januari yang lalu,  kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita, diwarnai dengan berbagai permasalahan kemanusiaan.

  Permasalahan kemanusiaan ini, menimpa hampir di seluruh wilayah Indonesia sehingga perlu mendapat perhatian kita bersama, terutama yang terkait dengan masalah bencana alam berupa banjir, tanah longsor, gunung meletus dan bencana alam lainnya.Permasalahan yang timbul sebagai dampak dari bencana alam yang terjadi merupakan tantangan dan bahkan dapat menjadi  ancaman, sehingga perlu  diantisipasi dan dihadapi  dengan  kesiapan operasional  yang  tinggi. Menghadapi kondisi seperti itu, prajurit Kodam II/Swj dituntut untuk selalu siap dan waspada serta mengetahui dan memahami langkah - langkah atau prosedur tetap yang harus dilakukan dalam menghadapi bencana  alam  tersebut.

   Hal ini penting untuk dipahami, karena tugas - tugas  Angkatan Darat  sekarang  dan ke depan masih akan dilibatkan dalam memberikan bantuan kemanusiaan, seperti halnya membantu korban bencana alam  yang melanda beberapa  wilayah negeri kita. Selain apa yang telah saya sampaikan  di atas, pelaksanaan Pemilihan Umum  yang akan dilaksanakan dalam bulan April yang akan datang, menuntut atensi dan kepedulian dari seluruh jajaran Kodam II/Swj. Kondisi masyarakat yang masih rentan dan mudah terpancing oleh berbagai isu  dan provokasi, perlu mendapatkan perhatian  dan  kewaspadaan  bersama.Sebagai ekses dari pelaksanaan demokrasi adalah adanya perbedaan sikap dan pilihan diantara elemen masyarakat. Hal ini terutama terkait dengan orientasi politik dan kepentingan. Oleh karena itu, penting bagi kita  untuk memastikan agar setiap perbedaan yang ada di masyarakat tetap dapat   terkelola, terjaga dan terpelihara dengan baik sehingga perbedaan yang ada agar tidak menjadi ketegangan dan konflik  dalam kehidupan sehari - hari. Hal ini  penting untuk menjadi perhatian kita  semua, karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap stabilitas politik, keamanan dan perekonomian Indonesia  yang  membawa  pengaruh  terhadap segala aspek kehidupan  masyarakat, bangsa dan negara.

  Secara khusus pada kesempatan ini juga Pangdam menyampaikan penekanan  kepada seluruh personel dan jajaran     Kodam II/Swj untuk tetap mempertahankan dan memegang teguh netralitas. Jangan sekali - kali terlibat secara langsung maupun tidak langsung terhadap kegiatan politik praktis serta jangan terpengaruh oleh godaan yang ingin menarik - narik TNI ke  dalam kegiatan  politik. Netralitas TNI ini seringkali saya sampaikan dalam berbagai kesempatan, semata - mata agar setiap prajurit Kodam II/Swj dapat memahami dan mematuhinya,  sehingga  tidak  terjadi  pelanggaran sekecil apapun yang dapat mencederai nama baik TNI khususnya Kodam II/Swj.  Hal ini  dilakukan karena TNI selalu mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta ingin tetap tegaknya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasarkan Pancasila  dan  UUD  1945.

  Sebelum mengakhiri amanatnya, Pangdam menyampaikan beberapa atensi  untuk dipedomani dan
dilaksanakan  :

  Pertama, mantapkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang  Maha Esa sebagai kekuatan dan landasan moral dalam menjalankan tugas pengabdian kepada  bangsa dan negara.

  Kedua, tingkatkan kewaspadaan, ketanggap - segeraan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai perkembangan situasi yang mengharuskan kehadiran dan keterlibatan  prajurit guna melaksanakan tugas perbantuan kepada Pemerintah  Daerah.

  Ketiga,  tingkatkan komunikasi dan koordinasi lintas sektoral guna menghindari adanya kegamangan dalam pelaksanaan tugas perbantuan, untuk itu pedomani  Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Skep / 328 / IX / 2004  tanggal  21 September 2004  tentang  Juklak Operasi Bantuan TNI kepada Pemerintah Sipil serta Skep Nomor 46 / XII / 2006   tanggal  21 Desember 2006 tentang Juklak Bantuan TNI kepada Pemerintah Daerah dalam penanggulangan bencana alam, agar pelibatan satuan kewilayahan dalam Operasi Bantuan tidak menyimpang dari landasan hukum yang  telah  ditentukan  oleh  Komando Atas.

   Keempat, pelihara dan jaga Netralitas  TNI serta jangan terjebak pada upaya - upaya untuk menarik TNI dalam kegiatan politik praktis, namun demikian kita harus  tetap  memahami dan mengikuti setiap pentahapan Pemilu tahun 2014, guna kesiapsiagaan satuan apabila sewaktu – waktu dibutuhkan untuk melaksanakan  tugas  perbantuan.





APEL GABUNGAN DALAM RANGKA KESIAPSIAGAAN PENANGGULANGAN BENCANA DI WILAYAH PROVINSI LAMPUNG




PENREM 043/GATAM. 
      Bertempat di Lapangan Saburai Bandar Lampung, pada hari, Rabu, tanggal 29 Januari 2014, pukul : 09.00 WIB, diadakan Apel Gabungan dalam rangka mengantisipasi dan menghadapi terjadinya bencana  di wilayah Provinsi Lampung, dengan Pimpinan Apel secara langsung oleh Komandan Korem 043/Gatam, Kolonel Inf Irwan S. Marpaung.

      Turut hadir    pada    Acara  Apel,  Bapak Wakil Gubernur
beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Lampung, Kapolda Lampung, Bapak Walikota  beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Bandar Lampung, Para Pejabat Militer, Polri dan Sipil, Para Pimpinan Organisasi Masyarakat Prov. dan Kota Bandar Lampung, Para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda serta Peserta Apel yang terdiri dari Unsur TNI, Dinas Instansi terkait, anggota Organisasi Masyarakat baik dari PPM, FKPPI, ORARI, SAR, Pramuka dan Para Pelajar. 

    Selanjutnya, dalam Amanat Pangdam II/Sriwijaya yang dibacakan oleh Komandan Korem 043/Gatam menyampaikan bahwa Saat ini di wilayah Indonesia tidak terkecuali di wilayah Provinsi Lampung memasuki suatu musim dengan curah hujan yang cukup tinggi dan diikuti kondisi cuaca yang sulit diprediksi, bahkan dengan mudah dapat  berubah - ubah secara ekstrim. Seperti pada tahun - tahun sebelumnya, apabila curah hujan tinggi dan cuaca tidak  menentu, kondisi  seperti  ini  sangat berpotensi menimbulkan bencana alam, terutama banjir dan tanah longsor. 

     Kondisi yang demikian, menuntut kita semua untuk senantiasa siap siaga dan melakukan berbagai langkah antisipasi guna meminimalisir kerugian, baik personil maupun  materiil. Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana yang kita laksanakan pada hari ini bertujuan untuk mengantisipasi dan  mengevaluasi  sejauh - mana kesiapan seluruh unsur yang terlibat baik dari unsur TNI, Polri, Pemda maupun organisasi masyarakat, guna menghadapi kemungkinan bencana yang akan terjadi, baik dari aspek personel, peralatan dan perlengkapan, serta dukungan lainnya, disertai cara bertindak yang tepat, sehingga tidak ada keraguan dalam pelaksanaan tugas, sehingga  dapat meminimalkan dampak bencana  baik korban jiwa maupun  material.

       Kemudian Pangdam juga menyampaikan dalam amanat tersebut bahwa Upaya pengurangan resiko bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu dan berkesinambungan, sehingga membutuhkan kerja yang maksimal dan terarah. Melihat bencana yang terjadi dan dampak yang ditimbulkannya, maka diperlukan upaya yang serius dari semua pihak untuk melakukan langkah kongkrit dalam melindungi masyarakat apabila terjadi kondisi yang darurat. Langkah kongkrit yang harus dilakukan dalam mengurangi resiko bencana adalah kesiapsiagaan   aparat,  Dinas instansi  terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama - sama dengan masyarakat, dan didukung oleh sarana dan prasarana  yang  memadai. Untuk mereduksi terjadinya korban jiwa akibat bencana alam, seluruh komponen bangsa perlu melakukan berbagai upaya yang ditujukan untuk mencari solusi guna mencegah terjadinya bencana alam.

       Salah satu upaya tersebut adalah dengan peningkatan kualitas lingkungan  di sekitar  kita  dan  menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya yang tinggal di daerah aliran sungai dan daerah rawan longsor agar lebih aktif dalam memelihara dan menjaga kondisi di sekitar aliran sungai dan daerah rawan longsor tersebut agar tetap terjaga keasriannya dan berfungsi secara  optimal.
Kepekaan dan kepedulian terhadap masalah lingkungan ini penting untuk terus menerus ditingkatkan dan disosialisasikan kepada masyarakat sebagai salah satu upaya untuk menghadapi dan menanggulangi kemungkinan ancaman bencana alam yang terjadi. Peningkatan kepekaan dan kepedulian  kepada masyarakat selain dimaksudkan untuk memerankan masyarakat sebagai bagian dari sistem  peringatan dini  terhadap  kemungkinan timbulnya bencana alam juga dimaksudkan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap berbagai permasalahan apapun yang terjadi di wilayahnya. Selaku aparatur kewilayahan, kita dituntut untuk mampu merencanakan dan menyelenggarakan operasi bantuan secara profesional dan proporsional.

       Oleh karena itu, dalam kesempatan ini  perlu untuk saya ingatkan kembali khusus kepada satuan TNI  agar setiap satuan TNI menguasai dan memahami doktrin operasi, sebagaimana yang telah ditetapkan dalam  Doktrin TNI yaitu penggunaan kekuatan TNI tentang kebijakan pelibatan kekuatan TNI, sesuai dengan  Surat Keputusan Panglima TNI Nomor  Skep/328/IX/2004  tanggal  21 September  2004 tentang Juklak Operasi Bantuan TNI kepada Pemerintah Sipil serta Skep Nomor 46/ XII / 2006 tanggal 21 Desember 2006 tentang Juklak Bantuan TNI kepada Pemerintah Daerah dalam penanggulangan bencana alam, agar pelibatan satuan TNI dalam Operasi Bantuan tidak menyimpang  dari landasan hukum yang telah ditentukan oleh Komando  Atas. Dan kepada Dinas – Dinas dan instansi terkait dengan  bencana  agar Peka dan Peduli  terhadap  kejadian bencana yang terjadi di daerahnya untuk segera  turun ke lokasi bencana dan menanganinya dengan segera.

        Sebelum mengakhiri amanatnya, Pangam  juga mengingatkan bahwa kegiatan penanggulangan  bencana ini melibatkan banyak unsur, instansi, Dinas – dinas terkait, BPBD serta semua elemen masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama dan koordinasi yang  telah terbina selama ini perlu untuk senantiasa kita jaga dan tingkatkan. Kerja sama dan koordinasi yang baik akan sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas. Selanjutnya, selesai Acara Apel dilanjutkan peninjauan personel dan peralatan masing-masing instansi peserta Apel oleh Komandan Korem 043/Gatam dengan diikuti oleh para pejabat instansi terkait beserta tamu undangan Apel.


ANGGOTA MAKOREM 043/GATAM MELAKSANAKAN KERJA BHAKTI PEMBANGUNAN MASJID AL-IKHLAS MAKOREM 043/GATAM.

Penrem 043/Gatam.
ANGGOTA MAKOREM 043/GATAM MELAKSANAKAN KERJA BHAKTI PEMBANGUNAN MASJID AL-IKHLAS MAKOREM 043/GATAM.
    Tampak pagi ini wajah ceria para prajurit dan PNS Makorem 043/Gatam karena  pada hari ini, Rabu, (22/I) untuk melaksanakan kerja bhakti dalam rangka membangun Masjid Al-Ikhlas Makorem 043/Gatam.

   Semangat rasa kebersamaan dan gotong royong tampak terlihat sangat jelas diantara para anggota prajurit, baik Perwira, Bintara dan Tamtama  serta  PNS saling membantu, ada yang mengangkut batu bata ada juga yang mengangkut batu untuk pondasi masjid semua dengan penuh kesadaran dan keikhlasan dari pribadi mereka bahu membahu agar pembangunan masjid dapat terwujud selesai dengan segera.

      Rasa  kebersamaan dan gotong royong serta ikhlas telah ditanamkan oleh Komandan Korem 043/Gatam, Kolonel Inf Irwan S. Marpaung dalam setiap kegiatan sehingga semua kegiatan dapat terlaksana dan setiap kegiatan yang terasa berat akan menjadi ringan.

WALIKOTA BANDAR LAMPUNG MERESMIKAN PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MASJID AL- IKHLAS MAKOREM 043/GATAM DAN MERESMIKAN KANTOR BARU PERSIT K0REM 043/GATAM.





























 

 

 

 

 

 

PENREM 043/GATAM.

     Suasana Korem 043/Gatam agak berbeda pada hari ini, dikarenakan hari ini, Rabu, (15/I), pukul : 09.00 WIB telah dilaksanakan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Al-Ikhlas Makorem 043/Gatam secara langsung oleh Walikota Bandar Lampung, Bapak Drs. Herman HN dengan didampingi oleh Komandan Korem 043/Gatam dan Ketua DPRD Kota Madya Bandar Lampung di Makorem 043/Gatam dan kemudian dilanjutkan Peresmian Kantor Persit, Dharma Pertiwi dan Kantor Yayasan yang baru selesai pembangunannya dengan penguntingan pita dan pemotongan tumpeng oleh Walikota beserta Istri Bandar Lampung, Ibu Eva Herman HN.

      Turut hadir dalam acara tersebut, Kasrem beserta Para Kasi Korem 043/Gatam, Para Dandim Jajaran Korem 043/Gatam, Dan / Ka Satdisjan Jajaran Korem 043/Gatam, Ketua Persit KCK Koorcab Rem 043/Gatam dan Ketua Cabang Persit beserta pengurus serta para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Korem 043/Gatam serta tamu undangan.

      Dalam  sambutannya, Komandan Korem 043/Gatam, Kolonel Inf Irwan S. Marpaung menyampaikan salah satu wujud dari pembinaan satuan oleh Komandan Satuan  adalah dengan terus berupaya meningkatkan derajat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, bagi seluruh anggota satuannya. Upaya ini dapat terlihat dari prakarsa  dengan  dilaksanakannya  Peletakan Batu Pertama Pembangunan  Masjid Al-Ikhlas sebagai sarana ibadah sekaligus tempat menimba ilmu agama,  dalam rangka membentuk karakter insani prajurit dan PNS  Korem 043/Gatam yang  berintegritas  tinggi.  Selain  itu,  kehadiran  Masjid   Al - Ikhlas  ini  juga   sekaligus  menjadi   salah satu sarana pembinaan teritorial   terhadap masyarakat di lingkungan  Makorem ini.

     Untuk mencapai harapan tersebut    memang tidak mudah, namun dengan kerja keras, kemauan dan itikad yang tulus dari seluruh  prajurit  dan  PNS Korem  043/Gatam,   hal  ini  akan bisa diwujudkan bersama.  Oleh karena itu, dengan pembangunan Masjid yang akan kita mulai hari ini, harapan  tersebut bisa segera kita wujudkan bersama.  Sehingga di masa yang akan datang, Korem 043/Gatam akan lebih baik dan maju  serta  memiliki  prajurit dan PNS yang  berakhlak  dan  bermoral  tinggi. Sebagaimana kita ketahui bersama,   bahwa fungsi Masjid pada hakikatnya mengandung  dua  makna, yaitu :  Pertama, Masjid berfungsi sebagai sarana ibadah atau hablumminallah dalam rangka membentuk karakter insani yang diridhoi   Allah SWT.

     Adapun Indikator yang dapat   kita  gunakan untuk  menilai kualitas  karakter insani yang diridhoi Allah SWT tersebut adalah bilamana kita semakin ikhlas, peduli  dan memiliki rasa tanggung jawab serta pengabdian yang tinggi terhadap bangsa  dan negara yang terimplementasi melalui kecintaan kita  terhadap  satuan  di tempat kita  berkarya. Kedua, keberadaan Masjid berfungsi sebagai sarana komunikasi sosial atau yang lazim kita sebut dengan hablumminannas, yaitu sebagai tempat bersilaturahmi dalam rangka membangun ikatan kebersamaan dan persaudaraan melalui semangat saling asah, saling asih dan  saling  asuh.  Sehingga dengan dilandasi keimanan dan ketakwaan yang mantap, diharapkan kita sebagai umat muslim, terlebih lagi kita  sebagai prajurit  bhayangkari  negara,  dalam menjalankan  amanah  sesuai   dengan tugas  dan  tanggung jawab  masing - masing akan  selalu mendapat petunjuk dan ridho     dari  Allah  SWT. Untuk itu, bila kedua fungsi Masjid ini mampu kita wujudkan bersama, saya yakin keberadaan kita sebagai prajurit dan segenap warga Korem 043/Gatam akan benar - benar menjadi elemen bhayangkari bangsa dan negara yang sejati, karena dalam jiwa  kita telah terpatri dengan kokoh keimanan  dan ketaqwaan serta semangat manunggal dengan rakyat yang senantiasa kita bangun melalui berbagai momen komunikasi sosial dengan seluruh komponen masyarakat.  Selanjutnya, pada hari juga akan dilaksanakan Peresmian Kantor Persit, Kantor Dharma Pertiwi dan Kantor Yayasan Kartika yang baru selesai pembangunannya. 

     Adapun pembangunan ke tiga kantor ini  merupakan wujud kerja keras dan keseriusan Komandan Korem, beserta segenap prajurit untuk membangun Korem ini menjadi   lebih baik dan tertata rapi dengan berbagai fasilitas dan  sarana  yang  ada  di  Makorem 043/Gatam ini. Dengan telah diresmikannya  gedung yang baru ini, saya berharap berbagai keberhasilan yang telah diraih oelh Dharma Pertiwi dan Persit selama ini, hendaknya bisa lebih ditingkatkan lagi, terutama dalam melaksanakan misinya untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa  dan negara. Kita ketahui bersama, bahwa peran  Dharma Pertiwi dan Persit telah cukup banyak    berkiprah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa  dan   bernegara.   

    Oleh   sebab  itu,  peran serta tersebut saat ini tetap diperlukan bersama  dengan  berbagai  komponen bangsa lainnya dengan semangat berkarya demi mengabdi untuk  kepentingan bangsa dan negara dapat terus dikobarkan serta dengan tidak menyalahi kodratnya sebagai istri dan ibu bagi anak – anak dalam membina keluarganya. Untuk itu, dengan harapan yang saya sampaikan diatas, tentunya  visi dan misi Dharma Pertiwi dan Persit hendaknya juga selaras dengan cita - cita TNI untuk terus berjuang    mempertahankan  integritas   bangsa dan negara kesatuan republik Indonesia   menuju masa depan yang lebih sejahtera.   

    Saya yakin semua itu telah menjadi pemikiran oelh Ketua Dharma Pertiwi dan Persit beserta seluruh anggotanya sebagaimana telah diperlihatkan  selama ini. Berkenaan dengan peresmian Kantor Dharma Pertiwi dan Persit ini, saya selaku Komandan Korem 043/Gatam  dan   pribadi  mengucapkan  selamat   kepada   Ketua  Dharma  Pertiwi,  Ketua  Persit nan Ketua Yayasan beserta segenap   jajaran  dan  anggotanya.   Dan  semoga  hasil karyanya  dapat  menjadikan  organisasi Dharma Pertiwi dan Persit ke depan akan  lebih  bermanfaat  bagi   bangsa  dan  negara,  khususnya   kepada  TNI.

You are here: Home