• Galeri Foto
  • Galeri Foto
  • Galeri Foto
Solid, Profesional, Tangguh, Modern, Berwawasan Kebangsaan dan Dicintai Rakyat..

PANGLIMA KODAM II/SWJ MEMIMPIN SERTIJAB DANREM 043/GATAM DI AULA JENDRAL SUDIRMAN MAKODAM II/SWJ. Penrem 043/Gatam.

SERAH TERIMA TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMANDAN KOREM 043/GATAM.
Palembang, Jum’at, 17 Mei 2013 pkl. 08.30 WIB, bertempat di Aula Sudirman Kodam II/Sriwijaya dilaksanakan upacara serah terima tugas dan tanggung jawab jabatan Komandan Korem 043/Gatam dari Kolonel Czi Amalsyah Tarmizi, S.IP kepada Kolonel Inf. Irwan Sihar Marpaung. Bertindak sebagai Irup adalah Pangdam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Nugroho Widyotomo.  Hadir dalam acara ini diantaranya Kasdam II/Swj, Irdam II/Swj, Para Danrem jajaran Kodam II/Swj, Para Staf Ahli Pangdam II/Swj, Para Asisten  dan  Dan/Ka Balakdam II/Swj, LO TNI AL  dan  LO TNI AU  Dam II/Swj, Ketua beserta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD II/Swj,
Serah terima tugas dan tanggung jawab jabatan Komandan Korem, merupakan hal yang lazim dilakukan di lingkungan TNI Angkatan Darat sebagai upaya pembinaan satuan dan pembinaan personel TNI AD yang dinamis dan konstruktif sesuai dengan tuntutan perkembangan dan kebutuhan organisasi. Hal itu dilakukan agar roda organisasi dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan Angkatan Darat dapat berjalan dengan lancar dan terus  berlanjut sesuai pembinaan personel dan pembinaan satuan, sehingga personel yang mengawaki TNI Angkatan Darat dari generasi ke generasi memiliki kapabilitas dan akseptabilitas serta responsibilitas yang tinggi. Demikian amanat yang disampaikan Pangdam II/Swj, Mayjen TNI Nugroho Widyotomo.
Lebih lanjut disampaikan bahwa, alih tugas dan jabatan merupakan bagian dari pola pengembangan integritas para Perwira dalam membangun kapasitas kepemimpinan dan manajerial di berbagai bidang tugas, dengan mengedepankan profesionalisme keprajuritan. Oleh karenanya, melalui alih tugas dan jabatan ini diharapkan akan semakin meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme serta pengalaman para Perwira guna membangun sistem kerja yang lebih efektif dan efisien serta berhasil, bagi kemajuan TNI Angkatan Darat.
Sebagai satuan kewilayahan di jajaran Kodam II/Swj, Korem 043/Gatam memiliki tugas pokok menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara dalam rangka mendukung  tugas  pokok  Kodam  II/Swj. Oleh karena itu menjadi kewajiban Komandan dan seluruh prajurit jajaran Korem 043/Gatam untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit dan kesiapsiagaan operasional satuan melalui  upaya  pembinaan satuan secara intensif dan terus menerus  dengan  dilandasi   disiplin  yang   tinggi.
Selain profesionalitas dan kesiapsiagaan sebagai prasyarat pokok bagi keberhasilan pelaksanaan tugas pokok, dukungan segenap komponen masyarakat dan kerja sama antar instansi merupakan hal yang sangat penting. Hal tersebut mengingat bahwa sistem pertahanan yang kita anut adalah Sistem Pertahanan Semesta, dimana TNI sebagai komponen utama sedangkan  rakyat dan sumber daya nasional lainnya sebagai komponen cadangan dan komponen  pendukung. Oleh karena itu komunikasi, koordinasi dan kerjasama dengan semua komponen bangsa yang ada harus terus dibangun dan dipelihara sehingga kondusif bagi penyelenggaraan tugas-tugas  bidang  pertahanan  atau  tugas  pokok TNI.
Diakhir Amanatnya Pangdam II/Sriwijaya mengucapkan terima kasih kepada Kolonel Czi. Amalsyah Tarmizi, S. IP., beserta istri, dan harapan agar berhasil dalam melaksanakan  tugas di  tempat yang baru. Kepada Kolonel Inf. Irwan Sihar Marpaung beserta istri, saya ucapkan selamat bertugas di jajaran Kodam  II/Swj.
Dalam rangkaian kegiatan Sertijab Komandan Korem 043/Gatam juga dilaksanakan serah terima jabatan, Kapaldam II/Swj dan LO TNI AU Kodam II/Swj.
Dalam kesempatan lain bertempat di gedung Aula A H Nasution juga diadakan serah terima jabatan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 043 PDII/Sriwijaya dan Dharma Pertiwi Koorcab Lampung Daerah B dari Ny Riffi Amalsyah Tarmizi kepada Ny Ratih Irwan S Marpaung. Serah terima ini langsung dipimpin oleh Ketua Persit KCK PD II/Swj Ny. Puji Nugroho Widyotomo.

YONGMOODO

SEJARAH YONGMOODO



SEJARAH SINGKAT SENI BELADIRI YONGMOODO ASAL KOREA

Sejarah Yongmoodo dimulai pada tanggal 15 Oktober 1995 dimana The Martial Reearch Institut dari Yong In University Korea membentuk seni beladiri Yongmoodo yang merupakan gabungan dari beladiri Judo, Taekwondo, Apkido, Ssirum, dan Hon Sin Sul. Akar dari Yongmoodo adalah beladiri Hon Sin Sul yang berarti Beladiri.

Istilah Yongmoodo berasal dari kata Hankido yang dikembangkan di Korea pada tahun 1976. Kemudian namanya berganti menjadi Kukmodo dan berubah menjadi Yongmoodo. Yongmoodo berasal dari 3 suku kata yaitu :

1. YONG berarti NAGA. Naga di agungkan oleh banyak orang yang dipercaya memiliki kemampuan mistik. Naga juga diyakini mampu terbang mengeluarkan api dari mulutnya, hidup dibawah air atau dibawah tanah, menguasai alam yang dapat menyebabkan terjadinya Tsunami, gempa bumi dan membawa kemakmuran serta keberuntungan bagi yang mempercayainya.

2. MU atau MOO berarti Beladiri yang menunjuk pada pertempuran yang mengacu pada prtempuran dan perkelahian, pertahanan dan strategis, fisik, mental, serta fisikologi.

3. DO berarti cara berlatih dan cara hidup, pandangan hidup yang kosong dan berisi Philosopi serta kemampuan belajar dari alam, hidup dan perkelahian ,melawan alam.

Yongmoodo telah dipromosikan oleh ribuan alumni dari Yong In University dan para Master maupun Grand Master, yang diresmikan pada tanggal 25 April 2002 sehingga terbentuklah Organisasi Federasi Beladiri Yongmoodo dan memperoleh ketenaran tidak hanya di Korea tetapi di seluruh penjuru Dunia dan sudah tersebar di Negara – Negara seperti :

1. Amerika Utara terutama di Amerika Serikat, Kanada dan wilayah yang lain di Benua Amerika.
2. Eropa terutama di Negara Prancis,
3. Di Asia terutama dI Negara Asia Timur seperti Korea Selatan dan Utara, Hongkong, Taiwan, Makao dan sebagian Asia Tenggara.


Pengagasan atau Pendiri Beladiri Yongmoodo antara lain :

1. Kim Byung Chun yang merupakan Presiden Asosiasi Yongmoodo Internaional di Korea.
2. Prof Lee Byeong Ik, Prof Kim Eui Yong dan Prof Kim Chang Woo yang menjabat di Departemen Oriental Martial Art di Yong In University.
3. Prof Kang Min Chu yang menjabat sebagai sekretaris Jendral Asosiasi Yongmoodo Internasional.

Rangking dan warna sabuk yang ada dalam beladiri Yongmoodo adalah :

1. Rangking 10 = Sabuk putih
2. Rangking 9 = Sabuk Kuning
3. Rangking 8 = Sabuk Kuning
4. Rangking 7 = Sabuk Hijau
5. Rangking 6 = Sabuk Hijau
6. Rangking 5 = Sabuk Biru
7. Rangking 4 = Sabuk Biru
8. Rangking 3 = Sabuk Coklat
9. Rangking 2 = Sabuk Coklat
10. Rangking 1 = Sabuk Merah

Setelah Sabuk Merah maka para peserta Beladiri Yongmoodo dapat Dan I atau Sabuk Hitam dengan kemampuan meliputi Teknik Skill Dasar, Menengah, Tingkat mahir serta penggunaan alat.

RESIKO DAN KESELAMATAN DALAM LATIHAN

Seni beladiri Yongmoodo memerlukan latihan yang kekal, harus di latihkan sedemikian untuk memperkecil resiko latihan yang bersifat fatal. Pelatihan seni beladiri Yongmoodo memerlukan persiapan yang cukup lama dan pengenalan tentang tehnik – tehnik dasar.untuk mengefisienkan kemungkinan – kemungkinan kecil terluka yang di alami oleh para pemula maka dari itu perlu adanya pengawasan dan pelatihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut agar resiko dan keselamatan latihan tidak berakibatkan fatal.
Seni beladiri Yongmoodo memerlukan instruksi – instruksi dan praktek langsung dari seorang guru atau Instruktur agar hal – hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Insturktur harus menyiapkan sarana dan prasarana yang berhubungan dengan kesiapkan dalam pelatihan beladiri yongmoodo seperti, lapangan, alat bantu body tack, matras, sam sak, gansil ( pelindung gigi ), pelindung kepala, pelindung tangan dan kaki, harus memenuhi target standar keselamatan dan juga selama dalam melaksanakan latihan. Latihan tersebut harus dapat dikendalikan, diawasi dan dievaluasi.

Berlatih seni beladiri Yongmoodo dimulai dengan pemanasan supaya badan siap menerima materi – materi latihan. Pemanasan dilakukan terutama pada bagian – bagian persendian, jari – jari tangan maupun kaki. Bagian –bagian terpenting yang harus dilatih tiap hari adalah Psikologi kita. Proses penyegaran dalam latihan juga perlu dilaksanakan meditasi dan pernapasan.

Setiap pelatih atau Instruktur harus memiliki kemampuan untuk mengatasi segala kemungkinan yang akan terjadi di dalam pelaksanaan latihan. Karena dalam mempelajari ilmu seni beladiri Yongmoodo rawan terjadi kecelakaan dalam berlatih.

JATI DIRI TNI

Jati diri TNI terbentuk oleh proses perjuangan panjang bangsa Indonesia pada umumnya dan perjuangan TNI pada khususnya dalam merebut, mempertahankan, dan menegakkan kemerdekaan, kedaulatan, serta keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang menunjukkan jiwa, semangat, dan tekad pengabdian TNI AD sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional :

a. Tentara Rakyat. Tentara Rakyat yaitu tentara yang berasal dari rakyat bersenjata yang berjuang melawan penjajah untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

b. Tentara Pejuang. Tentara Pejuang yaitu tentara yang berjuang menegakkan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tidak mengenal menyerah terhadap setiap tantangan tugas yang dilaksanakan.

c. Tentara Nasional. Tentara Nasional yaitu tentara kebangsaan, bukan tentara kedaerahan, suku, ras, atau golongan agama tetapi TNI mengutamakan kepentingan nasional dan kepentingan bangsa di atas semua kepentingan daerah, suku, ras, dan golongan agama.

d. Tentara Profesional. Tentara Profesional yaitu tentara yang mahir menggunakan peralatan militer, mahir bergerak, dan mahir menggunakan alat tempur, serta mampu melaksanakan tugas secara terukur dan memenuhi nilai-nilai akuntabilitas.

Sumber www.tniad.mil.id

Kodim 0410/KBL
























KODIM 0410/KOTA BANDAR LAMPUNG  MELAKSANAKAN KEGIATAN SOSIALISASI TENTANG PERAN PEMUDA  DALAM  MENGHADAPI  PROXY  WAR.

Lampung (Penrem 043/Gatam).

    Pada hari Kamis, Tanggal  23 Oktober 2014,  pukul 19.00 WIB, Kodim 0410/KBL melaksanakan kegiatan  Sosialisasi  Tentang Peran Pemuda  Dalam  Menghadapi PROXY  WAR, bertempat  di Gedung PKK Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini  merupakan tindak lanjut dari  Perintah Komandan Korem 043/Gatam  dan  Kasad. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi Kodim 0410/Kota Bandar Lampung  ini      dimulai  dari  bulan Oktober sampai dengan bulan Desember 2014, Kodim 0410/KBL  bekerjasama dengan  Pemerintah Daerah Kota Bandar Lampung.

    Kegiatan pelaksanaan sosialisasi ini dihadiri  oleh, Kabankesbang Pemkot Bandar Lampung, Kasdim  0410/KBL,  Mayor  Inf  Chandra  Kurniawan beserta  Perwira  Staf  Kodim  0410/KBL,  Para  Danramil   Jajaran   Kodim   0410/KBL,  peserta  Perwakilan  dari  Pemerintah  Kota  Bandar  Lampung,  BEM Universitas  Negeri Lampung,   BEM  Universitas  Malahayati,  BEM  Universitas   Poltekes, BEM  Universitas  Darmajaya, BEM Universitas  Muhamadiyah, BEM Universitas  FKIP PGRI, BEM Universitas Tulang Bawang,  BEM  Universitas   Teknokrat,   BEM   Institut  Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung,   BEM  STIE Genti Aras, BEM  Universitas  Bandar  Lampung,  Anggota FKPPI,  Anggota PPM,  Anggota LDII,  Anggota  Laskar Merah  Putih,  Anggota  FPMP, Anggota  Pemuda  Pancasila, Anggota  KNPI,  Anggota  Kosgoro, Para  Mitra  Kodim,  RAPI, Seluruh Perguruan  Bela  Diri di Kota Bandar Lampung,  Kerukunan  Masyarakat  Tionghoa  dan  Majelis  Budayawan  Indonesia,  Anggota Paskibraka Kota Bandar Lampung dan Kerukunan  Masyarakat  Lampung,  Jawa,  Madura,  Sulawesi  Selatan  serta  rekan  rekan dari  Media Cetak  di Kota Bandar Lampung.

    Dalam sambutannya,  Dandim 0410/KBL  Letkol Inf Arie Prianto Widiatmoko menyampaikan tentang peran pemuda dalam menghadapi PROXY WAR.  Selanjutnya, Dandim  juga menyampaikan, tentang  tujuan dilaksanakan sosialisasi  ini  adalah  untuk  memberikan  wawasan  kepada  para pemuda  pemudi  sebagai  generasi  penerus  bangsa  dalam  menghadapi  ancaman  dalam  berbangsa  dan  bernegara,  khususnya di wilayah Kota Bandar Lampung dan sekaligus juga  mengingatkan  tentang  momentum  Peringatan  Hari SUMPAH  PEMUDA  yang  akan  dirayakan  pada 28 Oktober 2014, ujar Letkol Inf Arie Prianto Widiatmoko .

    Adapun Kegiatan sosialisasi tersebut direncanakan, akan dilaksanakan di seluruh Perguruan Tinggi, SMP dan SMA  serta  Organisasi Lainnya yang berada di wilayah Kota Bandar Lampung. Pelaksanaan sosialisasi berjalan  aman, tertib dan lancar.  Kegiatan  sosialisasi ini  juga mendapat  sambutan  positif   dari  para  peserta  dan mereka  menyarankan   agar  kegiatan  ini  dilaksanakan  secara berkesinambungan,  sehingga tujuan dari sosialisasi dapat tercapai dan bermanfaat khususnya bagi seluruh pemuda pemudi.

You are here: Home