• Galeri Foto
  • Galeri Foto
  • Galeri Foto
Solid, Profesional, Tangguh, Modern, Berwawasan Kebangsaan dan Dicintai Rakyat..

UPACARA BENDERA TUJUH BELASAN BULAN APRIL 2013 DI MAKOREM 043/GATAM .

Penrem 043/Gatam.
Pada hari Rabu, tanggal 17 April 2013, Bertempat di Lapangan Upacara Bendera Makorem 043/Gatam dilaksanakan Upacara Bendera Tujuh Belasan Bulan April 2013 dengan Irup Pejabat Kali Log Korem 043/Gatam,  yang diikuti oleh Para Komandan Jawatan Korem 043/Gatam, Para Perwira Staf Korem 043/Gatam dan seluruh prajurit dan PNS Se Jajaran Kota Bandar Lampung.
Dalam amanat Panglima TNI, yang dibacakan oleh Kasi Log Korem 043/Gatam disampaikan bahwa setiap prajurit dan PNS TNI harus senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi, mengembangkan kualitas moral dan profesionalisme seirama dengan  tugas yang diembankan dan pengabdian yang dituntutkan kepada TNI.
Dalam amanatnya, Panglima TNI tidak pernah bosan selalu mengingatkan, agar senantiasa mempertajam prioritas program dan efisiensi anggaran, dengan pengelolaan di atas prinsip kehati-hatian, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, transparan, akuntabel dan tepat waktu.
Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI menyampaikan  atensi dan harapan, sebagai pedoman dalam mengemban tugas ke depan, sebagai berikut:
Pertama, senantiasa tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, untuk dijadikan sebagai landasan moral dan etika dalam membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih baik.
Kedua, jangan pernah berhenti belajar dan berlatih untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme keprajuritan, khususnya guna mendukung keberhasilan tugas pokok TNI dalam rangka menegakan kedaulatan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ketiga, Optimalkan Pembinaan Satuan dan Pengawasan serta revitalisasi prinsip “ Disipli adalah Nafas Prajurit dan Kehormatan adalah segala-galanya bagi Prajurit TNI “
Kempat, Utamakan kearifan dan keteladanan dalam segala pemikiran dan sikap, serta hindari tindakan reaktif yang berlebihan, baik dilingkungan satuan maupun dalam berenteraksi dengan lingkungan masyarakat.
Kelima, Kembangkan kapasitas dalam membangun komunikasi social yang seluas-luasnya dalam konteks pelaksanaan tugas, guna memperkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat, sebagai landasan bagi terwujudnya soliditas dan solidaritas social, serta terwujudnya Persatuan dan Kesatuan Nasional

KUNJUNGAN SD LAZUARDI HAURA GLOBAL ISLAMIC SCHOOL BANDAR LAMPUNG KE KOREM 043/GATAM

Pada hari Kamis, tanggal 7 Februari 2013 mendapat kehormatan kunjungan dari Sekolah Dasar Kelas 2 Qaya Al Ghaisra Lazuardi Hauara Global Islamic School Bandar Lampung, yang diterima langsung oleh Pasi Personel Korem 043/Gatam bertempat di Lapangan. Dalam kunjungan tersebut ditampilkan Atraksi dari prajurit Yonif 143/TWEJ dengan atraksi Kolone Senapan, Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan Bongkar Senjata.
Pada pengarahannya, Pasi Personel Korem 043/Gatam menyampaikan penjelasan postur prajurit TNI, pengenalan senjata dan asal negaranya senjata tersebut dan akhir kunjungan dilaksanakan foto bersama para murid TK Lajuarji dengan prajurit Yonif 143/TWEJ.

SYUKURAN PERINGATAN HUT KE 61 KORP AJUDAN JENDERAL TNIAD.



SYUKURAN PERINGATAN HUT KE 61 KORP AJUDAN JENDERAL TNIAD.

Sabtu (04/02) pukul 10.00 wib seluruh prajurit TNI AD yang berkorp Ajudan Jenderal (Ajen) Korem 043/Garuda Hitam melaksanakan peringatan ulang tahunnya yang ke 61 bertempat di Kantor lama Ajenrem 043/Garuda Hitam di Satlog Korem 043/Garuda Hitam, Jl Soekarno Hatta Bandar Lampung.

Dalam Sambutan Kepala Ajudan Jenderal Korem 043/Gatam, Mayor Caj Yusep Sirya, S.Sos menyampaikan bahwa syukuran ini dilaksanakan dengan sederhana namun tidak mengurangi makna upaya pembinaan satuan dan pemeliharaan Tradisi Korp serta peningkaatan moril anggota dalam menghadapi tugas.

Lebih jauh Mayor Caj Yusep Sirya, S.Sos menyampaikan bahwa dalam menghadapi tugas kedepan yang semakin kompleks, personel Ajen perlu didukung dengan kinerja yang tinggi serta profesionalisme kerja. Dengan bersikap proaktif dan inovatif dalam pekerjaan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dapat mempermudah dan mempercepat proses pengurusan administrasi yang efektif dan efisien sehingga tercapai hasil yang maksimal. Harapan saya dengan tema HUT Ajen tahun ini yaitu “Dengan semangat BUDHI DHARMA BHAKTI kita tingkatkan profesionalitas dan kinerja Ajudan Jenderal dalam rangka mendukung tugas pokok Angkatan Darat” dapat dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh personel Ajenrem 043/Gatam serta dijadikan tekat dan semangat dalam bekerja.

Kegiatan syukuran ini juga dilakukan pemberian tali asih dari Kaajenrem 043/Gatam kepada sesepuh Korp Ajen yang telah membantu dan berjasa dalam membesarkan Korp  Ajen di Korem 043/Gatam. 

PANGLIMA KODAM II/SWJ MEMIMPIN SERTIJAB DANREM 043/GATAM DI AULA JENDRAL SUDIRMAN MAKODAM II/SWJ. Penrem 043/Gatam.

SERAH TERIMA TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB KOMANDAN KOREM 043/GATAM.
Palembang, Jum’at, 17 Mei 2013 pkl. 08.30 WIB, bertempat di Aula Sudirman Kodam II/Sriwijaya dilaksanakan upacara serah terima tugas dan tanggung jawab jabatan Komandan Korem 043/Gatam dari Kolonel Czi Amalsyah Tarmizi, S.IP kepada Kolonel Inf. Irwan Sihar Marpaung. Bertindak sebagai Irup adalah Pangdam II/Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Nugroho Widyotomo.  Hadir dalam acara ini diantaranya Kasdam II/Swj, Irdam II/Swj, Para Danrem jajaran Kodam II/Swj, Para Staf Ahli Pangdam II/Swj, Para Asisten  dan  Dan/Ka Balakdam II/Swj, LO TNI AL  dan  LO TNI AU  Dam II/Swj, Ketua beserta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana PD II/Swj,
Serah terima tugas dan tanggung jawab jabatan Komandan Korem, merupakan hal yang lazim dilakukan di lingkungan TNI Angkatan Darat sebagai upaya pembinaan satuan dan pembinaan personel TNI AD yang dinamis dan konstruktif sesuai dengan tuntutan perkembangan dan kebutuhan organisasi. Hal itu dilakukan agar roda organisasi dan regenerasi kepemimpinan di lingkungan Angkatan Darat dapat berjalan dengan lancar dan terus  berlanjut sesuai pembinaan personel dan pembinaan satuan, sehingga personel yang mengawaki TNI Angkatan Darat dari generasi ke generasi memiliki kapabilitas dan akseptabilitas serta responsibilitas yang tinggi. Demikian amanat yang disampaikan Pangdam II/Swj, Mayjen TNI Nugroho Widyotomo.
Lebih lanjut disampaikan bahwa, alih tugas dan jabatan merupakan bagian dari pola pengembangan integritas para Perwira dalam membangun kapasitas kepemimpinan dan manajerial di berbagai bidang tugas, dengan mengedepankan profesionalisme keprajuritan. Oleh karenanya, melalui alih tugas dan jabatan ini diharapkan akan semakin meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme serta pengalaman para Perwira guna membangun sistem kerja yang lebih efektif dan efisien serta berhasil, bagi kemajuan TNI Angkatan Darat.
Sebagai satuan kewilayahan di jajaran Kodam II/Swj, Korem 043/Gatam memiliki tugas pokok menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara dalam rangka mendukung  tugas  pokok  Kodam  II/Swj. Oleh karena itu menjadi kewajiban Komandan dan seluruh prajurit jajaran Korem 043/Gatam untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit dan kesiapsiagaan operasional satuan melalui  upaya  pembinaan satuan secara intensif dan terus menerus  dengan  dilandasi   disiplin  yang   tinggi.
Selain profesionalitas dan kesiapsiagaan sebagai prasyarat pokok bagi keberhasilan pelaksanaan tugas pokok, dukungan segenap komponen masyarakat dan kerja sama antar instansi merupakan hal yang sangat penting. Hal tersebut mengingat bahwa sistem pertahanan yang kita anut adalah Sistem Pertahanan Semesta, dimana TNI sebagai komponen utama sedangkan  rakyat dan sumber daya nasional lainnya sebagai komponen cadangan dan komponen  pendukung. Oleh karena itu komunikasi, koordinasi dan kerjasama dengan semua komponen bangsa yang ada harus terus dibangun dan dipelihara sehingga kondusif bagi penyelenggaraan tugas-tugas  bidang  pertahanan  atau  tugas  pokok TNI.
Diakhir Amanatnya Pangdam II/Sriwijaya mengucapkan terima kasih kepada Kolonel Czi. Amalsyah Tarmizi, S. IP., beserta istri, dan harapan agar berhasil dalam melaksanakan  tugas di  tempat yang baru. Kepada Kolonel Inf. Irwan Sihar Marpaung beserta istri, saya ucapkan selamat bertugas di jajaran Kodam  II/Swj.
Dalam rangkaian kegiatan Sertijab Komandan Korem 043/Gatam juga dilaksanakan serah terima jabatan, Kapaldam II/Swj dan LO TNI AU Kodam II/Swj.
Dalam kesempatan lain bertempat di gedung Aula A H Nasution juga diadakan serah terima jabatan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 043 PDII/Sriwijaya dan Dharma Pertiwi Koorcab Lampung Daerah B dari Ny Riffi Amalsyah Tarmizi kepada Ny Ratih Irwan S Marpaung. Serah terima ini langsung dipimpin oleh Ketua Persit KCK PD II/Swj Ny. Puji Nugroho Widyotomo.

YONGMOODO

SEJARAH YONGMOODO



SEJARAH SINGKAT SENI BELADIRI YONGMOODO ASAL KOREA

Sejarah Yongmoodo dimulai pada tanggal 15 Oktober 1995 dimana The Martial Reearch Institut dari Yong In University Korea membentuk seni beladiri Yongmoodo yang merupakan gabungan dari beladiri Judo, Taekwondo, Apkido, Ssirum, dan Hon Sin Sul. Akar dari Yongmoodo adalah beladiri Hon Sin Sul yang berarti Beladiri.

Istilah Yongmoodo berasal dari kata Hankido yang dikembangkan di Korea pada tahun 1976. Kemudian namanya berganti menjadi Kukmodo dan berubah menjadi Yongmoodo. Yongmoodo berasal dari 3 suku kata yaitu :

1. YONG berarti NAGA. Naga di agungkan oleh banyak orang yang dipercaya memiliki kemampuan mistik. Naga juga diyakini mampu terbang mengeluarkan api dari mulutnya, hidup dibawah air atau dibawah tanah, menguasai alam yang dapat menyebabkan terjadinya Tsunami, gempa bumi dan membawa kemakmuran serta keberuntungan bagi yang mempercayainya.

2. MU atau MOO berarti Beladiri yang menunjuk pada pertempuran yang mengacu pada prtempuran dan perkelahian, pertahanan dan strategis, fisik, mental, serta fisikologi.

3. DO berarti cara berlatih dan cara hidup, pandangan hidup yang kosong dan berisi Philosopi serta kemampuan belajar dari alam, hidup dan perkelahian ,melawan alam.

Yongmoodo telah dipromosikan oleh ribuan alumni dari Yong In University dan para Master maupun Grand Master, yang diresmikan pada tanggal 25 April 2002 sehingga terbentuklah Organisasi Federasi Beladiri Yongmoodo dan memperoleh ketenaran tidak hanya di Korea tetapi di seluruh penjuru Dunia dan sudah tersebar di Negara – Negara seperti :

1. Amerika Utara terutama di Amerika Serikat, Kanada dan wilayah yang lain di Benua Amerika.
2. Eropa terutama di Negara Prancis,
3. Di Asia terutama dI Negara Asia Timur seperti Korea Selatan dan Utara, Hongkong, Taiwan, Makao dan sebagian Asia Tenggara.


Pengagasan atau Pendiri Beladiri Yongmoodo antara lain :

1. Kim Byung Chun yang merupakan Presiden Asosiasi Yongmoodo Internaional di Korea.
2. Prof Lee Byeong Ik, Prof Kim Eui Yong dan Prof Kim Chang Woo yang menjabat di Departemen Oriental Martial Art di Yong In University.
3. Prof Kang Min Chu yang menjabat sebagai sekretaris Jendral Asosiasi Yongmoodo Internasional.

Rangking dan warna sabuk yang ada dalam beladiri Yongmoodo adalah :

1. Rangking 10 = Sabuk putih
2. Rangking 9 = Sabuk Kuning
3. Rangking 8 = Sabuk Kuning
4. Rangking 7 = Sabuk Hijau
5. Rangking 6 = Sabuk Hijau
6. Rangking 5 = Sabuk Biru
7. Rangking 4 = Sabuk Biru
8. Rangking 3 = Sabuk Coklat
9. Rangking 2 = Sabuk Coklat
10. Rangking 1 = Sabuk Merah

Setelah Sabuk Merah maka para peserta Beladiri Yongmoodo dapat Dan I atau Sabuk Hitam dengan kemampuan meliputi Teknik Skill Dasar, Menengah, Tingkat mahir serta penggunaan alat.

RESIKO DAN KESELAMATAN DALAM LATIHAN

Seni beladiri Yongmoodo memerlukan latihan yang kekal, harus di latihkan sedemikian untuk memperkecil resiko latihan yang bersifat fatal. Pelatihan seni beladiri Yongmoodo memerlukan persiapan yang cukup lama dan pengenalan tentang tehnik – tehnik dasar.untuk mengefisienkan kemungkinan – kemungkinan kecil terluka yang di alami oleh para pemula maka dari itu perlu adanya pengawasan dan pelatihan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut agar resiko dan keselamatan latihan tidak berakibatkan fatal.
Seni beladiri Yongmoodo memerlukan instruksi – instruksi dan praktek langsung dari seorang guru atau Instruktur agar hal – hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Insturktur harus menyiapkan sarana dan prasarana yang berhubungan dengan kesiapkan dalam pelatihan beladiri yongmoodo seperti, lapangan, alat bantu body tack, matras, sam sak, gansil ( pelindung gigi ), pelindung kepala, pelindung tangan dan kaki, harus memenuhi target standar keselamatan dan juga selama dalam melaksanakan latihan. Latihan tersebut harus dapat dikendalikan, diawasi dan dievaluasi.

Berlatih seni beladiri Yongmoodo dimulai dengan pemanasan supaya badan siap menerima materi – materi latihan. Pemanasan dilakukan terutama pada bagian – bagian persendian, jari – jari tangan maupun kaki. Bagian –bagian terpenting yang harus dilatih tiap hari adalah Psikologi kita. Proses penyegaran dalam latihan juga perlu dilaksanakan meditasi dan pernapasan.

Setiap pelatih atau Instruktur harus memiliki kemampuan untuk mengatasi segala kemungkinan yang akan terjadi di dalam pelaksanaan latihan. Karena dalam mempelajari ilmu seni beladiri Yongmoodo rawan terjadi kecelakaan dalam berlatih.
You are here: Home